Ternate, 2 Agustus 2025 – Upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tidore Kepulauan mendapat dukungan ilmiah dari tim peneliti LeSPOMIK (Lembaga Studi Pembangunan Ekonomi Maritim dan Kepulauan). Tiga peneliti terlibat aktif dalam penyusunan Dokumen Kajian Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Tahun 2024, yakni Dr. Abdul Chalid Ahmad, S.E., M.Si (Ketua Tim), Muhammad Asril Arilaha, S.E., M.M, dan Abdurahman Senuk, S.E., M.Si.
Kajian ini disusun untuk memberikan peta potensi penerimaan dari berbagai objek pajak dan retribusi daerah di Tidore, serta memberikan masukan strategis dalam merumuskan kebijakan fiskal yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dokumen tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Kota melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebagai rujukan dalam menyusun strategi peningkatan PAD.
“Pemerintah daerah membutuhkan basis data dan analisis ilmiah agar mampu menggali potensi fiskal yang ada secara optimal namun tetap adil. Itulah tujuan utama dari kajian ini,” ujar Dr. Abdul Chalid Ahmad, dalam keterangan resminya.
Kajian menyebutkan bahwa beberapa jenis pajak daerah seperti Pajak Restoran, PBB-P2, dan Pajak Hiburan masih memiliki ruang peningkatan penerimaan jika didukung oleh sistem pendataan dan pemungutan yang terintegrasi. Selain itu, retribusi jasa usaha dan retribusi pelayanan juga dinilai belum tergarap maksimal.
Muhammad Asril Arilaha menyoroti pentingnya digitalisasi dan pembaruan basis data wajib pajak. “Masih banyak potensi yang belum tergarap akibat lemahnya sistem informasi dan kurangnya koordinasi antarsektor,” jelasnya.
Abdurahman Senuk, S.E., M.Si menambahkan bahwa reformasi regulasi dan peningkatan literasi fiskal masyarakat menjadi aspek penting yang tak boleh diabaikan. “Kita tidak hanya bicara teknis pemungutan, tapi juga membangun kesadaran publik bahwa pajak dan retribusi adalah instrumen penting untuk pembangunan. Pemerintah harus membangun kepercayaan melalui transparansi dan pelayanan yang akuntabel,” tegasnya.
Kajian ini dilengkapi dengan simulasi skenario penerimaan pajak dan retribusi, proyeksi target PAD realistis, serta rekomendasi kelembagaan untuk penguatan pengawasan dan pelayanan. Temuan dalam dokumen ini diharapkan menjadi panduan dalam menyusun kebijakan fiskal daerah yang akurat dan responsif terhadap dinamika lokal.
Dengan pendekatan akademik dan berbasis data, keterlibatan LeSPOMIK dalam kajian ini menjadi contoh sinergi antara pemda dan lembaga riset dalam membangun kemandirian fiskal dari level daerah.

