EKONOMI BIRU DAN SUMBER DAYA KELAUTAN SEBAGAI BASIS EKONOMI KEPULAUAN

Introduction
Ekonomi biru (Blue Economy) merujuk pada pendekatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya laut dan pesisir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian ekosistem laut. Konsep ini menjadi semakin relevan bagi negara-negara kepulauan, di mana sumber daya laut merupakan pilar utama ekonomi, budaya, dan kehidupan masyarakat. Dalam konteks kepulauan, seperti Indonesia, Filipina, atau Maladewa, ekonomi biru tidak hanya menjadi strategi pembangunan, tetapi juga jantung ekonomi yang mendukung ketahanan pangan, lapangan kerja, dan konektivitas regional. Tulisan ini membahas peran sumber daya laut dalam ekonomi biru, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengelolaannya dalam konteks negara kepulauan.

Irawan Abae, S.E., M.E
Lembaga Studi Pembangunan Ekonomi, Maritim dan Kepulauan (LeSPOMIK)