Pada tahun 2020, sekelompok peneliti muda menyadari paradoks besar: Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dunia justru mengabaikan 72% wilayahnya yang berupa laut dan pulau-pulau kecil dalam kebijakan pembangunan.
LeSPOMIK hadir menjawab kegelisahan ini - menjadi jembatan antara data lapangan yang keras dan kebijakan yang berkeadilan.