Ternate – Lembaga Studi Pembangunan Ekonomi Maritim dan Kepulauan (LeSPOMIK) merilis analisis terbaru mengenai tren pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dari Triwulan II 2023 hingga Triwulan II 2025. Data menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun berakhir dengan capaian pertumbuhan yang impresif pada awal 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan II 2023 pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tercatat 21,91%, kemudian meningkat menjadi 25,13% di Triwulan III sebelum mengalami perlambatan ke 17,99% pada Triwulan IV. Memasuki tahun 2024, tren pertumbuhan terus melambat di tiga triwulan pertama 11,74%, 10,75%, dan 4,42% sebelum melonjak signifikan ke 27,27% pada Triwulan IV.
Kebangkitan ekonomi berlanjut pada tahun 2025, di mana Triwulan I mencatat rekor tertinggi selama periode pengamatan, yakni 34,41%, sebelum sedikit terkoreksi ke 32,09% pada Triwulan II. Menurut analisis LeSPOMIK, lonjakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor, termasuk hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, peningkatan ekspor komoditas perikanan dan tambang, serta realisasi investasi skala besar di sektor industri pengolahan.
“Fluktuasi yang terjadi menunjukkan adanya sensitivitas perekonomian Maluku Utara terhadap dinamika harga komoditas global dan siklus produksi industri. Namun, tren pemulihan di 2025 memberikan sinyal positif terhadap stabilitas ekonomi daerah,” jelas Abdurahman Senuk, Peneliti LeSPOMIK.
Secara akademik, pola ini menggambarkan “shock-recovery cycle”, di mana perekonomian mengalami tekanan akibat faktor eksternal dan internal pada awal periode, kemudian pulih secara cepat berkat stimulus fiskal, perbaikan rantai pasok, serta penguatan sektor industri pengolahan. Pendekatan diversifikasi ekonomi, penguatan kapasitas fiskal daerah, dan investasi pada sektor berkelanjutan direkomendasikan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
LeSPOMIK menilai bahwa keberlanjutan pertumbuhan ini memerlukan:
- Penguatan infrastruktur pendukung industri hilir, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.
- Stabilitas pasokan energi dan bahan baku untuk industri pengolahan.
- Kolaborasi multi-aktor antara pemerintah daerah, investor, dan komunitas lokal dalam mengembangkan sektor unggulan.
Dengan mempertahankan momentum positif di 2025, Maluku Utara berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, sekaligus menjadi model pembangunan ekonomi kepulauan yang adaptif dan tangguh.

